Monday, October 3, 2011

Perancangan Kewangan Islam



Kesedaran terhadap TAKAFUL Insuran secara Islam, atau lebih dikenali sebagai TAKAFUL merupakan suatu alternatif kepada ummat Islam khususnya untuk menyertai insuran samaada insuran hayat ataupun sebagainya.Takaful tidak terhad kepada Islam sahaja, dalam Islam, ianya terbuka kepada seluruh manusia, samaada Cina, India, Melayu dan sebagainya.Disebabkan perkhidmatan (produk-produk) yang ditawarkan oleh pengendali takaful di negara ini berlandaskan Syarak, perkhidmatan yang ditawarkan oleh mereka menjadi persaingan kepada insurans yang berbentuk konvensional yang telah lama beroperasi di Malaysia.


Perkhidmatan takaful secara umumnya kurang mendapat sambutan dari masyarakat Islam sendiri kerana kurangnya kesedaran mereka terhadap peranan takaful didalam kehidupan dan ekonomi mereka walaupun perkhidmatan (produk-produk) yang ditawarkan oleh pengendali takaful memang berlandaskan Syarak.Urusniaga dan perkhidmatan yang ditawarkan oleh pengendali takaful lebih mementingkan keadilan, ketelusan dan sikap tolong menolong dikalangan pesertanya didalam perlaksanaannya.Faktor-faktor lain yang menjadi penyebab kurangnya sambutan dari masyarakat ialah kurangnya pemahaman, kurang lebihan pendapatan dikalangan mereka untuk membuat sesuatu tabungan atau perbelanjaan tambahan, persaingan dan inovatif perkhidmatan (produk) dari pengendali insurans konvensional dan beberapa faktor lain.


Dalam pada itu, satu kajian telah dibuat oleh Universiti Utara Malaysia mengenai kurangnya kesedaran terhadap kepentinggan Takaful.Objektif utama kajian ialah untuk mendapatkan maklumat mengapa sambutan dari masyarakat Malaysia terutamanya dan masyarakat Islam amnya masih kurang menyertai takaful ataupun tidak memilih takaful bagi keperluan insurans mereka.Hasil kajian ini mendapati bahawa insurans secara Islam kurang mendapat sambutan dari masyarakat berbanding insurans secara konvensional.


Pengetahuan, persepsi dan keyakinan dari masyarakat terhadap takaful adalah masih ditahap yang rendah walaupun insurans secara Islam ini telah diketahui lebih memberikan manafaat dan pulangan yang setimpal jika dibandingkan dengan insurans konvensional .

Sumber : iluvislam.com

Thursday, May 26, 2011

~UNDER CONSTRUCTION~

Monday, March 14, 2011

UNDI KAMI | HARAPAN YANG PASTI





Aku tak ingin,

Apa yang diharap — malap,

Apa yang dinanti — sepi,

Pelita padam ketika bulan sembunyi,

Tercakar-cakar dalam kegelapan hari.



Lepaskan aku dari gua gelap mati,

Lepaskan — lepaskan aku dari keadaan ini,

Tiada berbintang dan penuh mimpi.
 


Siapa peduli, siapa memberi,

Jika tidak diri bangkit sendiri,

Sekarang kita perlukan undi,

Undi lah Pro-M | Pro Universiti.




Sunday, February 13, 2011

YAKIN! JANGAN RAGU

Yakin itu,

Kubu jiwa.


Yakin itu,

Anak kunci pintu fatwa.


Yakinlah dalam berjuang,

Pasti akan menang.


Ragu itu,

Lintasan hati,

Simpang penyakit hati.


Ragu itu,

Kuala risau,

Jangan sampai mengigau.


Ragu itu,

Laksana pisau,

Pemutus tali yakin diri.


Ragu itu,

Bila sudah hinggap,

Punca tumbuh kecewa.


Ragu umpama tikus,

Memakan biskut keyakinan dengan rakus!


Ubatnya Wahai Teman,

Usah dilayan ragu,

Yakin pada Yang MAHA SATU.




Sunday, November 21, 2010

Sergapan Rasa Memiliki | Karya Salim A. Fillah

Sergapan Rasa Memiliki merupakan salah satu bab yang terkandung dalam Buku Jalan Cinta Para Pejuang Karya Salim A. Fillah. Ayuh, sama-sama hayati...


Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilihan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.


Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya,Abu Darda’.



”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abud Darda’ mendengarnya.


Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.



”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.


”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.




”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”




Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman.


Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya.



Mari kita dengar ia bicara.
”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”


Cinta tak harus memiliki.

Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit;

malu,

kecewa,

sedih,

merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa dikhianati’-,

merasa berada di tempat yang keliru,

di negeri yang salah,

dan seterusnya. Ini tak mudah!!!



Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai,

Mari belajar pada Salman Al Farisi.
Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.



Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan..


Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian.
Kata orang JAWA , ”Milik nggendhong lali”.

Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak seperti seorang tukang parkir yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh Allah untuk mengayakan nilai guna karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang menjadi sulit ditepis..



Sumber : Bab Sergapan Rasa Memiliki | Buku Jalan Cinta Para Pejuang | Karya Salim A. Fillah

Tuesday, October 26, 2010

KESIBUKAN YANG LAPANG


...Dalam rembang itu...
...Aku termangu...
...Mencari masa yang hilang...
...Dari laluan kehidupan...
...Aku yang kecundang...



...Jemari ku hitung...
...Mengira waktu berlalu...
...Membilang satu persatu...
...Masa yang tersia-sia...
...Masihkah ada?...


...Dingin petang itu...
...Buat aku terpaku...
...Pada hijaunya rimbun...
...Pada birunya awan...
...Layangan unggas membawa kembali...
...Kebebasan yang kian menyepi...


...Terkaku aku di situ...
...Menatap kuasa al-Khalik...
...Hanya kalimah `kun'...
...Terjadi setiap sesuatu...
...Segalanya termaktub...


...Lewat senja itu...
...Sapaan dingin pawana...
...Lunak bicara sang lelayang...
...Menyedarkan aku yang alpa...
...Masih tersisa banyaknya...
...Detik waktu dan masa...
...Menatap kebesaran-Mu...


...Aku menjadi malu...
...Menghitung masa tersisa...
...Ruang sempit ini...
...Begitu lapang rupanya...



...HARGAILAH MASA...

...INGAT 5 SEBELUM 5...







Monday, October 25, 2010

SIFIR 2X2 KEHIDUPAN


Teringat Siri ALONG suatu ketika dahulu, jika masih ingat trademark ALONG, “bijak, pandai, cerdik, cerdas, rajin, SAYA BIJAK SEKALI!”.Begitu juga dengan watak Siti Sifir. Tersenyum seketika. Nah,bukan itu yang ingin dikongsikan pada entri kali ini. Entri kali ini bertajuk SIFIR 2X2 KEHIDUPAN.


LIFE


Tujuan manusia diciptakan, sudah cukup jelas dinyatakan ALLAH SWT menerusi firman-NYA di dalam Al-Quran dalam Surah Az-Zariyat, ayat 56, yang bermaksud:


"Tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku."


Dan manusia dilantik oleh ALLAH SWT sebagai khalifah di muka bumi ini. Bahkan, ALLAH SWT telah mengisytiharkan pelantikan ini dalam Surah Al-Baqarah, ayat 30, yang bermaksud:


"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi". Di dalam kitab Al Asas Fi al-Tafsir, Said Hawa menyatakan, “(Khalifah) ialah Nabi Adam A.S dan zuriat-zuriatnya.”

Inilah ketetapan dalam hidup manusia, sememangnya amanah yang terpaksa dipikul sebagai khalifah amat berat sekali, sehinggakan makhluk-makhluk lain tidak sanggup memikulnya, ALLAH SWT menjelaskan melalui firman-NYA dalam Surah Al-Ahzab ayat 72, “


"Sesungguhnya Kami mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-ganang tetapi mereka enggan memikulnya dan berasa berat dengannya, lalu dipikulllah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya, mereka(manusia) zalim lagi jahil".


HOW TO LIVE YOUR LIFE


Sungguh, besarnya tujuan kehidupan manusia. Tetapi, bagaimana seharusnya manusia menjalani hidup ini? Jika sahabat-sahabat ada menyaksikan video klip di laman facebook Ustaz Zahruddin, yang bertajuk, “Antara Kopi dan Cawan”, ia satu contoh analogi yang mudah untuk difahami dan penuh kesedaran tentang kehidupan. Saya kongsikan, sebahagian ungkapan tersebut,


“ Life is like a cup of coffee. Life is the coffee. The jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life. The type of cup we have does not define nor change the quality of life we live. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee. Savor the coffee, not the cups. The happiest people don’t have the best of everything. They just make the best of everything. Live simply, speak kindly, care deeply and love generously".



SIFIR 2X2 KEHIDUPAN


Hah, baru masuk sifir 2X2 kehidupan. Saya fokus kepada satu contoh ragam kehidupan manusia yang serba-serbi berbeza. Tidak perlu banyak-banyak, sifirnya begini, cukup mudah dan tidak perlu penjelasan panjang lebar.

“ Jika kamu mahu A, Maka, berilah A kepada orang lain kerana ALLAH SWT”.

Sebagai contoh,


“Jika kamu mahu dihormati, Maka, hormatilah orang lain kerana ALLAH SWT”.

“Jika kamu mahu disayangi, Maka, sayangilah orang lain kerana ALLAH SWT”.

“Jika kamu mahu dibantu, Maka, bantulah orang lain kerana ALLAH SWT”.

“Jika kamu mahu SMS dibalas, Maka, balaslah SMS orang lain kerana ALLAH SWT”.


Dan seterusnya………


Sengaja untuk membiarkan pembaca melihat dari skop yang besar (big picture) kepada contoh yang lebih dekat di jiwa. Hal-hal yang berkaitan tujuan hidup, strategi untuk hidup dan contoh mudah yang dekat dengan manusia sebagai panduan dan bahan muhasabah. Ya, sifir ini bukanlah suatu yang Qat’ie. Hanya, satu ilmu yang lahir daripada pengalaman hidup yang berliku, berduri dan berbintang. Renung-renungkan dan selamat beramal.




Sunday, October 24, 2010

MUHASABAH PAGI : FENOMENA MAHER ZAIN



Fenomena Maher Zain merupakan satu gelombang yang semakin mendapat perhatian umum di seluruh dunia. Ya, tidak dapat dinafikan, saya turut meminati lagu-lagu beliau. Lagu-lagu beliau menimbulkan keinsafan buat mereka yang mendengar dengan hati dan minda yang bermuhasabah. Betapa ramai yang meminati lagu beliau, tetapi tidak mendapat apa-apa melainkan lamunan panjang yang mengasyikkan. Pesanan saya. dengarlah dengan hati yang penuh dengan kesedaran, bukannya halwa telinga yang membangkitkan gelojak nafsu keseronokan. Mari hayati lagu ini, jika hati tidak terusik dan empangan air mata tidak pecah,muhasabahlah diri.
video


Hayati lirik ini:

I try to follow your way
And do my best to live my life
As you taught me
I pray to be close to you
On that day and see you smile
When you see me
Sallu ‘ala Rasulillah, Habibil Mustafa
Peace be upon The Messenger
The Chosen One



Baca juga :


Saturday, October 23, 2010

MUKTAMAR TAHUNAN PMIUTM KE-8 MELABUHKAN TIRAI


Alhamdulillah, kalimah tahmid didahulukan. Muktamar Tahunan Ke-8 sudah melabuhkan tirai. Tahniah dan takziah diucapkan kepada saff kepimpinan Persatuan Mahasiswa Islam Universiti Teknologi Malaysia (PMIUTM) sesi 2010/2011 yang baru dilantik. Barisan pimpinan yang telah dilantik, akan menggalas amanah ummah yang besar ini sepanjang sesi kepimpinan. Namun, hakikatnya, perjuangan Islam merupakan nadi ummah yang sepatutnya digalas dengan mapan tidak kira di mana posisi kita. Tahniah sekali lagi buat pimpinan yang dilantik :


Presiden : Mohd Zaki Bin Haron

Timbalan Presiden : Mohd Ridhuan bin Muhammad Jamil

Naib Presiden 1 : Mohd Nur Qadhir bin Awang

Naib Presiden 2 (HEWI ) : Nor Sutriana binti Babu

Setiausaha Agung : Sabrina binti Risman

Bendahari : Nor Laila Suria binti Sukadi


Saudara Khairul(mantan Presiden) bersama Ustaz Muhajirih


Friday, October 22, 2010

PMIUTM membantah penganjuran Islamic Fashion Festival (IFF)

Persatuan Mahasiswa Islam Universiti Teknologi Malaysia (PMIUTM) membantah penganjuran Islamic Fashion Festival (IFF) yang dilihat telah menghina agama Islam sebagai agama rasmi Persekutuan Malaysia. PMIUTM turut berasa amat kecewa dengan penglibatan secara langsung kepimpinan Negara dalam penganjuran ini.

1. Penganjuran IFF ini telah memberi tangapan buruk terhadap Islam. Masyarakat bukan Islam akan menilai Islam dari aspek negatif. PMIUTM bimbang akan berlaku salah tanggap terhadap konsep menutup aurat dalam Islam.

2. PMIUTM melahirkan rasa bimbang sekiranya IFF ini dijadikan satu contoh terhadap konsep aurat yang sepatutnya dibawa di dalam Islam. Model-model yang digunakan jelas melanggar hukum syarak dengan mendedahkan aurat mereka. Salah tanggap ini dikhuatiri akan menyebabkan semakin ramai masyarakat Islam sendiri yang akan mendedahkan aurat kerana mereka beranggapan bahawa pakaian yang ditonjolkan di dalam IFF ini adalah pakaian yang dianjurkan Islam.


3. Bukti jelas menunjukkan model yang memperagakan pakaian menghina Islam apabila secara jelas terdapat seorang model yang mengenakan pakaian yang mempunyai tulisan ‘Muhammad’ di dalam bahasa arab di pakaiannya.

4. Penglibatan pemimpin Negara dalam IFF ini sangat mengecewakan. Datin Seri Rosmah Mansor, isteri Perdana Menteri harus faham bahawa IFF yang dianjurkan ini jelas melanggar syariat Allah. Dengan menamakan pertunjukkan fesyen ini atas nama Islam, beliau secara terang-terangan menghina Islam itu sendiri .

5. PMIUTM dengan ini mendesak Datin Seri Rosmah Mansor agar memohon maaf kepada seluruh masyarakat Islam di Malaysia atas keterlanjuran ini. PMIUTM juga mahu beliau menghentikan penganjuran pertunjukan fesyen seperti ini kerana ia jelas menjatuhkan maruah Islam dan juga maruah Malaysia di mata Negara-negara Islam.

6. PMIUTM juga mengharapakan pihak JAKIM dan Menteri Di Jabatan Perdana Menteri yang menjaga Hal Ehwal Agama Islam iaitu Datuk Jamil Khir Baharom agar bertindak tegas terhadap penganjuran IFF ini. Jaminan harus diberikan agar penganjuran seperti ini tidak lagi berulang.

8. PMIUTM juga mencadangkan agar pihak penganjur dapat melantik penasihat syariah yang terdiri daripada ilmuwan islam yang lebih terbuka dan fleksibel tetapi mengikut prinsip-prinsip umum syarak sekiranya masih ingin menganjurkan festival seperti ini lagi.

7. PMIUTM juga mengharapkan masyarakat Malaysia dapat menilai penganjuran IFF ini dari sudut agama dan kematangan. Masyarakat Islam harus bangun menentang dan menyatakan bantahan terhadap penganjuran IFF ini.

Mohd Khairul bin Abdullah Halim
Presiden Persatuan Mahasiswa Islam
Universiti Teknologi Malaysia


Reference :http://pmiutm.blogspot.com/

Thursday, October 21, 2010

Belakang Tabir : Ekspedisi Arab Saudi Global Outreach UTM 2010 [ ES-GLOBE '10]



PENGALAMAN SEBAGAI GURU YANG BAIK

Alhamdulillah, syukur yang tidak terhingga ke hadrat illahi kerana telah menghadiahkan kepada saya, satu kurnia yang amat bermakna buat insan yang kerdil ini dalam mengharungi sisa-sisa hidup di bumi bertuah-Bumi UTM. Sungguh, ia merupakan satu pengalaman yang memberi suntikan tarbiyyah, dakwah, siasah dan ukhuwwah.

TAWAKAL : TAHNIAH, ANDA DITERIMA SEBAGAI PESERTA ES-GLOBE!

Pasti ada yang iri hati dengan cerita ini. Mohon dijauhkan! Program ini dianjurkan oleh Pusat Islam UTM. Pada awalnya, PIUTM merancang untuk menganjurkan program ke Mesir dan Arab Saudi iaitu ES-GLOBE stand for Egypt Saudi Arabia-Global Outreach Program. Namun, dengan izin ALLAH SWT, kami hanya mampu meneruskan perjalanan ke Arab Saudi tanpa ke Mesir, Alhamdulillah, dapat juga pergi Arab Saudi.

Pada pertengahan tahun 2009, segalanya bermula. PIUTM membuka penyertaan peserta ES-GLOBE kepada semua mahasiswa UTM. Subhanallah, sudah pasti ramai yang berminat. Pada ketika itu, saya harus menolak keinginan hati untuk menyertai program tersebut kerana ada tanggungjawab yang lebih besar perlu diutamakan. Sedih juga, tapi apakan daya. Life must go on! Saya masih menyimpan keinginan itu. Tanpa putus-putus berdoa dan berharap.


Ramai juga sahabat-sahabat yang saya kenali berjaya melepasi interview yang dikendalikan Ustaz Dr. Ismail Bin Mustari. Siapa yang tidak kenal dengan Ustaz Ismail di bumi UTM ini. Murabbi kami! Ya, pada ketika itu, gerak kerja mereka baru bermula, dengan siri-siri perjumpaan yang diadakan secara berkala terutamanya penghujung tahun 2009. Wah, beruntungnya mereka yang berjaya diterima menjadi peserta. Apa yang menarik, mereka bakal mengerjakan ibadah umrah di Madinah Al-Munawwarah dan Makkah Al-Mukarramah di samping lawatan akademik ke universiti-universiti terpilih.


Pendek cerita, pada tanggal 9 Mac 2010(birthday adik saya ke-2) merupakan detik bahagia saya, apabila diterima sebagai peserta ES-GLOBE. Ajaib! Sujud syukur. Setelah beberapa bulan, impian hampir menjadi nyata, menjadi tetamu ALLAH. Tidak terkata, hanya linangan air mata tanda syukur kepada Yang MAHA ESA. Teringat kata-kata abang Muhajirih dalam blognya, http://muhajir-ila-ahmad.blogspot.com/

“Perlu diyakini, bahawa kepergian ke Tanah Suci adalah atas jemputan Allah SWT. Allah telah menjemput dan mempersilakan hamba-Nya untuk menjadi tetamu-Nya. Orang yang dijemput dengan orang yang tidak dijemput adalah berbeza. Tetamu tidak sama statusnya dengan yang bukan tetamu. Tetamu akan dapat sampai, manakala yang bukan tetamu tidak akan dapat sampai. Jemputan sebagai tetamu Allah ini perlu disyukuri dengan kesyukuran yang sungguh-sungguh di dalam hati. Ia adalah ketentuan Allah kepada hamba-hamba yang terpilih sahaja. Allah menentukan hamba yang terpilih ini untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Oleh itu, balaslah penghargaan Allah ini dengan peningkatan kualiti ketaqwaan dan amal soleh yang istiqamah sebaik sahaja kembali ke tanah air”.


Insya ALLAH, abang Muhajirih, orang kuat program ES-Globe ini. Terima kasih atas tunjuk ajar! Maka, siri pengembaraan tarbiyyah, dakwah, siasah dan ukhuwwah dalam program ini baru bermula (ketika itu). Nantikan entri yang selanjutnya, baru ber"lari' menulis semula untuk momentum yang selanjutnya, Insya Allah…^_^

Saturday, April 3, 2010

Salam Imtihan




Wednesday, March 24, 2010

GST

Tuesday, March 9, 2010

HARAPAN PMIUTM TERHADAP MPPUTM 2009/2010

SUARA SISWA PMIUTM : EDISI RABIUL AWWAL 1431H
(JUMAAT,26 FEBRUARI 2010)


Assalamualaikum w.b.t

Setinggi-tinggi tahniah dan takziah ditujukan khas kepada Majlis Perwakilan Pelajar UTM sesi 2009/2010 yang telah diberikan kepercayaan dan mandat oleh seluruh warga mahasiswa/i dan pihak pengurusan Universiti Teknologi Malaysia dalam memimpin gerakan mahasiswa di UTM khususnya.

Memetik bait kata bekas Hakim Mahkamah Agung Malaysia, Al-Marhum Tan Sri Dato' Harun M. Hashim dalam bukunya "The Benchmark", beliau menyatakan bahawa "varsity education is more than just getting a degree". Peluang keemasan untuk menduduki tempat dalam Majlis Perwakilan Pelajar hendaklah dianggap sebagai suatu cabaran dan kewajipan, bukannya keistimewaan atau privilege. Kewajipan menuntut ketelusan dan akauntibiliti. Justeru, melalui platform MPPUTM, anda sekalian belajar untuk menjadi lebih bertanggungjawab terhadap amanah dan pada masa yang sama mempelajari selok-belok kepimpinan dalam erti kata yang sebenarnya.


Memahami "World View" Perjuangan Mahasiswa

Idealisme, aktivisme dan intelektualisme merupakan tiga konsep utama yang memberi nilai kepada mahasiswa. MPPUTM selaku entiti utama mahasiswa kampus dalam menyuarakan pandangan, perlulah mempunyai world view perjuangan yang jelas dan holistik. Ia akan memberikan perspektif yang tepat terhadap makna dan cara perjuangan yang sebenarnya. Ia penting bagi memastikan semboyan perjuangan tidak dilaungkan sebagai retorik semata-mata, tetapi menunjukkan komitmen yang tinggi dari hati yang ikhlas, agar perjuangan dapat dipacu dengan momentum yang padu.


Segunung Harapan, Merealisasikan Impian

Gagasan yang ingin dibawa oleh MPPUTM hendaklah disinergikan dan diberi nafas baru agar ia dapat menjadi pentas baru kepada mahasiswa UTM untuk melukis citra baru terutamanya dalam pembinaan kesarjanaan dalam institusi kemahasiswaan Islam serta menyatakan kebersamaan dalam memastikan inspirasi UTM tercapai. MPPUTM perlu memastikan seluruh pihak berperanan dan beriltizam merakyatkan gagasan berkenaan kepada seluruh masyarakat kampus.

Selaras dengan harapan Naib Cancelor UTM, Professor Dato’ Ir. Dr. Zaini Ujang dalam karya beliau, "Mengangkasa Pengajian Tinggi" yang menjelaskan bahawa pengajian tinggi bukan sahaja menyediakan proses pengijazahan malah menyediakan modal insan dalam perspektif yang holistik yakni aspek kemahiran insaniah serta pembangunan intelektual dan rohani.

MPPUTM memainkan peranan utama sebagai medan penghubung antara pihak pengurusan universiti dengan mahasiswa/i di kampus. Maka, ia perlu bergerak secara profesional dalam kerangka perancangan yang terarah secara strategik dan sistematik.

Oleh yang demikian, gabungan profesionalisme gerak kerja, kematangan tindakan dan strategis perancangan, mampu merealisasikan kepercayaan dan mandat yang telah diberikan ini. Cabaran yang terbesar bagi anda adalah untuk melakukan yang terbaik berbanding kepimpinan sebelumnya, bukan sekadar meneruskan apa yang telah sedia ada.

Buah fikiran dan gagasan idea yang dinamik diperlukan untuk membawa UTM ke arah kecemerlangan. Sebagai pimpinan mahasiswa, anda sekalian perlulah berupaya mengemukakan cadangan dan pandangan yang konstruktif, bernas, viable dan presentable kepada kementerian mahupun pihak pengurusan universiti dalam membawa suara dan menjaga kebajikan mahasiswa.

Kepimpinan yang disandarkan kepada keutamaan atau priorities akan menatijahkan perancangan, pengurusan dan output yang berkesan. Sebagai medium penghubung antara mahasiswa/i dengan pihak pengurusan universiti, MPP hendaklah mengambil perhatian yang serius terhadap kerangka yang menetapkan perimeter peranan dan fungsinya, terutamanya dalam memacu pemerkasaan kebajikan mahasiswa secara lebih aggresif. Sehubungan dengan itu, sesuai dengan falsafah UTM, yang dapat diungkapkan seperti berikut:

"Hukum Allah adalah dasar kepada sains dan teknologi,Maka UTM berusaha secara menyeluruh dan bersepadu memperkembangkan kecemerlangan sains dan teknologi untuk kesejahteraan dan kemakmuran sejagat sesuai dengan kehendak-NYA"

MPPUTM mempunyai peranan yang besar, khususnya dalam membantu dan menyokong usaha universiti merealisasikan gagasannya. Tambahan pula,Timbalan Menteri Kementerian Pengajian Tinggi, YB Dato’ Saifuddin Abdullah dalam karyanya, "Kalau Saya Mahasiswa" menyatakan bahawa;

"Sebenarnya, mahasiswa mampu menjadi “rakan pembangunan” yang berkesan. Tetapi, mahasiswa, selalunya dilihat lebih sebagai“penerima manfaat pembangunan” (beneficiaries of development). mahasiswa, amat jarang diberi peluang dan hakupaya untuk terlibat secara aktif sebagai “rakan tulin” pembangunan, terutamanya dalam struktur dan proses membuat keputusan"

Maka, MPPUTM harus mencari ruang dan peluang untuk melibatkan diri dalam perancangan dan pelaksanaan dasar-dasar dan perancangan universiti, khususnya yang menyentuh kepentingan mahasiswa/i secara umumnya bagi mendapatkan output yang lebih berkesan.

Musyawwarah atau consultation MPPUTM bersama mahasiswa/i perlu dijalankan dari semasa ke semasa bagi mendapatkan maklum balas langsung daripada mahasiswa dan suasana dunia hari ini memerlukan kita mengiktiraf dan dan meraikan peranan MPP sebagai elemen penting dalam sesebuah universiti.

Akhir kata, segunung harapan buat MPPUTM sesi 2009/2010 agar perlaksanaan manifesto dilakukan secara total oleh semua pihak, bukan retorik kata-kata sahaja yang akhirnya golongan intelektual muda ini, menjadi mangsa dan dilupakan. MPPUTM perlu lebih artikulatif dalam menyuarakan pendapat mereka dalam isu-isu kebajikan mahasiswa/i.

Muhammad Hafidzuddin Bin Misbah
Penulis merupakan Naib Presiden 1 PMIUTM bagi sesi 2009/2010

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons